Prinsip R.I.C.E

1. Rest (istirahat)

Bagian tubuh yang cedera harus segera diistirahatkan, karena gerakan aktif akan meningkatkan perdarahan dan pembengkakan yang terjadi sehingga nyeri akan berlanjut. Bagian yang terluka segera diistirahatkan untuk meminimalkan perdarahan dalam dan pembengkakan serta untuk mencegah bertambah parahnya cedera.

2. Ice (es)

Bagian tubuh yang cedera dikompres dingin / es, bertujuan untuk terjadinya vasokontriksi lokal (pengurutan pembuluh darah lokal), mengurangi terjadinya perdarahan dan pembengkakan, mengurangi rasa nyeri, mengurangi reaksi inflamasi (peradangan) dan spasme otot. Mula-mula kompresdingin/es dilakukan selama 15-20 menit setiap 1-2 jam, kemudian frekwensiditurunkan secara bertahap sampai 24-48 jam disesuaikan dengan berat ringannyacedera yang terjadi. Es batu menyebabkan pembuluh darah mengkerut, membantumengurangi peradangan dan nyeri.

3. Compression (balut tekan)

Penggunaan bandage untuk balut telan pada daerah yang mengalami cedera akan menurunkan tingkat perdarahan dan mencegah terjadinya pembengkakan. Membungkus daerah yang mengalami cedera dengan perban elastik dan mengangkatnya sampai diatas jantung, akan membantu mengurangi pembengkakan.

Pengompresan dengan es batu dilakukan selama 10 menit. Suatu perban elastik bisa dililitkan secara longgar di sekeliling kantong es batu. Es mengurangi nyeri dan pembengkakan melalui beberapa cara.

Daerah yang mengalami cedera mengalami pembengkakan karena cairan merembes dari dalam pembuluh darah. Dengan menyebabkan mengkerutnya pembuluh darah, maka dingin akan mengurangi kecenderungan merembesnya cairan sehingga mengurangi jumlah cairan dan pembengkakan di daerah yang terkena,

Menurunkan suhu kulit di sekitar daerah yang terkena bisa mengurangi nyeri dan kejang otot. Dingin juga akan mengurangi kerusakan jaringan karena proses seluler yang lambat.

Pengompresan dengan es batu terlalu lama bisa merusak jaringan. Jika suhu sangat rendah (sampai sekitar 15 derajat Celsius), kulit akan memberikan reaksi sebaliknya, yaitu menyebabkan melebarkan pembuluh darah. Kulit tampak merah, teraba hangat dan gatal, juga bisa terluka.

Efek tersebut biasanya terjadi dalam waktu 9-16 menit setelah dilakukan pengompresan dan akan berkurang dalam waktu sekitar 4-8 menit setelah es diangkat. Karena itu es harus diangkat sebelum efek ini terjadi atau setelah 10 menit, baru dikompreskan lagi 10 menit kemudian.

4. Elevation (meninggikan)

Bagian badan yang mengalami cedera diposisikan lebih tinggi sehingga aliran arah ke bagian yang cedera berkurang. RICE dilakukan selama 24-48 jam pertama sejak terjadinya cedera. Setelah itu dapat dilakukan kombinasi kompres dingin dan hangat untuk memperbaiki vaskularisasi (sirkulasi) jaringan yang cedera. Bagian yang mengalami cedera tetap diangkat, tetapi kompres es dilepaskan selama 10 menit, setelah itu dikompres lagi selama 10 menit. Hal ini dilakukan secara bergantian dalam waktu 1-1,5 jam. Tindakan diatas bisa diulang sebanyak beberapa kali selama 24 jam pertama.

Cara Lain

Penyuntikan kortikosteroid ke dalam sendi yang terluka atau jaringan di sekitarnya bisa mengurangi nyeri dan pembengkakan.Tetapi penyuntikan ini bisa memperlambat penyembuhan,meningkatkan resiko terjadinya kerusakan tendon dan tulang rawandan memperburuk cedera karena memungkinkan penderitamenggunakan sendinya yang terluka sebelum sembuh total.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kotak PPPK [P3K]

Daftar Isi Kotak P3K menurut bentuknya masing-masing:

a. Kotak Bentuk I berisi:

  • 10 gram kapas putih
  • 1 rol pembalut gulung lebar 2.5 cm
  • 1 rol pembalut gulung lebar 5 cm
  • 1 pembalut segitiga (mitella)
  • 1 pembalut cepat steril/snelverband
  • 10 buah kassa steril ukuran 5×5 cm
  • 1 rol plester lebar 2.5 cm
  • 10 buah plester cepat (mis. Tensoplast, dll.)
  • 1 buah gunting
  • 1 buku catatan
  • 1 buku pedoman P3K
  • 1 daftar isi kotak P3K

Obat-obatan untuk Kotak P3K Bentuk I

  • Obat pelawan rasa sakit (mis. Antalgin, Acetosai, dll)
  • Obat sakit perut (mis. Paverin, enterovioform, dll)
  • Norit
  • Obat anti alergi
  • Obat merah
  • Soda Kue
  • Obat tetes mata
  • Obat gosok

 b. Kotak Bentuk II berisi:

  • 50 gram kapas putih
  • 100 gram kapas gemuk
  • 3 rol pembalut gulung lebar 2.5 cm
  • 2 rol pembalut gulung lebar 5 cm
  • 2 rol pembalut gulung lebar 7.5 cm
  • 2 pembalut segitiga (mitella)
  • 2 pembalut cepat steril/snelverband
  • 10 buah kassa steril ukuran 5×5 cm
  • 10 buah kassa steril ukuran 7.5×7.5 cm
  • 1 rol plester lebar 1 cm
  • 20 buah plester lebar 1 cm
  • 20 buah plester cepat (mis. Tensoplast)
  • 1 bidal
  • 1 gunting pembalut
  • 1 buah sabun
  • 1 dos kertas pembersih (cleansing tissue)
  • 1 pinset
  • 1 lampu senter
  • 1 buku catatan
  • 1 buku pedoman P3K
  • 1 daftar isi kotak P3K

 Obat-obatan untuk Kotak P3K Bentuk II

  • Obat pelawan rasa sakit (mis. Antalgin, Acetosai, dll)
  • Obat sakit perut (mis. Paverin, enterovioform, dll)
  • Norit
  • Obat anti alergi
  • Soda Kue, garam dapur
  • Merculochrom
  • Obat tetes mata
  • Obat gosok
  • Salep anti histamimka
  • Salep sulfa atau S.A. powder
  • Boor zalif
  • Sofratulle
  • Larutan rivanol 1/10 500 cc
  • Amoniak cair 25% 100 cc

 c. Kotak Bentuk III berisi:

  • 300 gram kapas putih
  • 300 gram kapas gemuk
  • 6 rol pembalut gulung lebar 2.5 cm
  • 8 rol pembalut gulung lebar 5 cm
  • 2 rol pembalut gulung lebar 10 cm
  • 4 pembalut segitiga (mitella)
  • 2 pembalut cepat steril/snelverband
  • 20 buah kassa steril ukuran 5×5 cm
  • 40 buah kassa steril ukuran 7.5×7.5 cm
  • 1 rol plester lebar 1 cm
  • 20 buah plester cepat (mis. Tensoplast)
  • 1 rol plester lebar 2.5 cm
  • 3 bidal
  • 1 gunting pembalut
  • 1 buah sabun
  • 2 dos kertas pembersih (cleansing tissue)
  • 1 pinset
  • 1 lampu senter
  • 1 buku catatan
  • 1 buku pedoman P3K
  • 1 daftar isi kotak P3K

Obat-obatan untuk Kotak P3K Bentuk III sama dengan obat-obatan untuk Kotak P3K Bentuk II

 d. Kotak Khusus Dokter berisi:

  • 1 set alat-alat minor surgery lengkap
  • 1 botol Alcohol 70% isi 100 cc
  • 1 botol Aquadest isi 100 cc
  • 1 botol Betadine solution 60 cc
  • 1 botol Lysol isi 100 cc
  • 5 spnit injection diskosable 2 ½ cc
  • 5 spnit injection diskosable 5 cc
  • 20 lidi kapas
  • 2 flakon ATS injection isi 100 cc (disimpan ditempat sejuk)
  • 5 flakon P.S. 4:½ atau 4:1 atau PP injectie
  • Ampul morphine injectie
  • 3 ampul pethridine injectie
  • 2 flakon antihistamine injectie
  • 2 flakon anti panas injectie
  • 5 ampul adrenaline injectie
  • 1 flakon cartison injectie
  • 2 ampul cardizol injectie
  • 2 ampul aminophyline injectie
  • 10 sulfas atropine injectie 0.25 g
  • 10 sulfas atropine injectie 0.5 g
  • 5 ampul anti spascodik injectie
  • 2 handuk
  • 1 tempat cuci tangan
  • 1 mangkok bengkok
  • 1 buku catatan
  • 1 buku pedoman P3K
  • 1 daftar isi

 Sumber: SNI-19-3994-1995

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Peta Mudik Jawa Bali

:: Mudik Dengan Sepeda Motor::

Mudik menggunakan sepeda motor bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, tapi bila tidak disiapkan dengan baik maka mudik dengan menggunakan sepeda motor bisa juga menjadi malapetaka, berikut kiat-kiat yang bisa dilakukan pemudik yang akan menggunakan sepeda motor.

Berikut ini beberapa langkah persiapan Mudik yang aman dengan sepeda motor :

(*) Siapkan Mental Anda
Bisa jadi menggunakan sepeda motor adalah alternative terakhir anda untuk mudik, jika memang demikian buat senang perasaan anda, hilangkan beban, perasaan was-was, kekhawatiran yang berlebihan, bangun perasaan didalam jiwa bahwa mudik dengan sepeda motor itu kegiatan yang menyenangkan.

(**) Siapkan Pengetahuan anda
Perluas pengetahuan anda tentang rencana mudik yang akan dilaksanakan, meliputi kondisi rute, kondisi sepeda motor dan informasi lainnya yang berkaitan dengan mudik, Peta mudik berikut informasi tambahan lain biasanya terbit di Koran-koran Nasional H-7 s.d H-3.

(***) Siapkan Fisik Anda
Istirahat yang cukup sebelum anda pergi, hindari minum obat-obatan yang membuat anda ngantuk dan lemah,
Untuk memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum pergi, lakukan persiapan mudik secara bertahap, dan terencana.

(*****)Siapkan Sepeda Motor Anda
Cara yang singkat dan pasti adalah membawa sepeda motor anda kebengkel terpercaya, sampaikan ke mekanik bahwa motor tersebut akan dibawa oleh anda sebagai alat transportasi mudik, sebaiknya lakukan pemeriksaan dan perbaikan 1 minggu sebelum dipakai mudik, sehingga anda memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi kembali dengan motor anda terutama jika ada perbaikan lanjutan. Pastikan kelengkapan standar motor berfungsi dengan baik, kaca spion, sistim kelistrikan ( CDI, Head lamp, Sign lamp, horn, Fuse system ), sistim pengereman ( Kanvas rem, minyak rem, kabel rem ) , sistim penggerak ( kopling, gear, ban, rantai dll ) dan Chasis.

Pada umumnya sepeda motor tidak dirancang untuk membawa banyak beban, tetapi jika kita terpaksa membawa barang untuk bepergian jauh kita harus memperhatikan sisi keselamatan didalam mengendarai sepeda motor, pada prinsipnya barang yang kita bawa harus tidak mengurangi kemampuan kita didalam mengendalikan sepeda motor dan lalu lintas sekitar dan memenuhi aturan lalu lintas yang ada,
Usahakan mengatur beban kearah depan sepeda motor- tempatkan beban diatas, didepan sumbu belakang, mengikat beban dibagian belakang sumbu sepeda motor akan menambah pusat gravitasi motor yang mempengaruhi cara motor mengerem dan berbelok, kemudian atur penempatan beban secara merata.
Kami sarankan menyimpan barang yang akan dibawa pada tempat yang khusus didesign untuk membawa barang, seperti Tail Box, side box, maupun Tank bag, jika menggunakan dus usahakan dus tersebut terikat kuat, diatas sadel motor dan tidak mempengaruhi posisi pengendara sepeda motor.
Dalam hal tali menali barang di motor, Tali cenderung meregang dan simpul menjadi longgar, untuk itu gunakan tali yang baik yang tidak terpengaruh oleh panas matahari serta memiliki daya cengkeram yang baik seperti tali elastis atau jaring.
Pada prinsipnya semua barang boleh kita bawa asal tidak melebihi kemampuan sepeda motor dan tidak melanggar hukum, tetapi sangat disarankan untuk tidak membawa barang barang cair dan yang mudah terbakar.

(******) Alat Pelindung Diri ( APD ) dan perlengkapan standar
Gunakan APD yang sesuai, Safety Helmet yang layak pakai, sarung tangan ( setidaknya bawa 2 pasang ), jaket yang nyaman untuk menahan terpaan angin, pilihlah warna jaket yang cerah dan memantulkan cahaya sehingga mudah dilihat pada malam hari, kemudian celana panjang dari bahan jeans, Jas hujan dan sepatu yang menutupi tumit, Selanjutnya dokumen yang diperlukan, obat-obatan yang menjadi kebutuhan pribadi, suplemen, obat tetes mata, obat penghilang rasa pegal dan obat pusing kepala kemudian bawa juga tool kit standar, dan spare part standar seperti Busi, bolham lampu, kabel kopling, kabel gas, dll.

(*******) Berdoa
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, selalu ada kekuatan dari Yang Maha Kuasa untuk mengatur itu semua, berdoalah sebelum berangkat agar Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi perjalanan kita.

(********) Beristirahat
Jika anda merasa ngantuk dan letih jangan paksakan diri untuk terus melaju, ngantuk dan letih adalah “early warning ” dari sistim kebugaran badan kita yang meminta untuk beristirahat, tidak ada cara yang paling efektif selain beristirahat, banyak kasus kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor memaksakan diri tetap melaju, diantaranya karena merasa sudah dekat dengan tujuan, atau sudah mengkonsumsi minuman yang mengandung caffeine / taurine.
Beristirahatlah setelah maksimum 3 jam nonstop perjalanan anda, beristirahat kurang dari 3 jam setelah perjalanan akan lebih baik, bagaimanapun juga anda bukan seorang pe-rally profesional, bukalah helm, kendorkan semua ikatan seperti sarung tangan, ikat pinggang, sepatu, lakukan olah raga ringan, dan hirup udara sebanyak-banyaknya. Lakukan juga pemeriksaan terhadap Sepeda motor anda, seperti rantai, baut-baut pada poros ban, tekanan angin pada ban dan jumlah oli. Manfaatkanlah pos-pos mudik yang banyak didirikan disepanjang jalur mudik, saat beristirahat anda dapat juga berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya sehingga mereka tahu kondis dan posisi anda.

(*********)Jangan Memaksakan Diri
Selama perjalanan, terapkan cara mengendarai sepeda motor sewajar mungkin yang anda bisa lakukan, jangan memaksa diluar batas kemampuan anda, memaksakan memacu sepeda motor diluar batas kemampuan bisa terjadi karena ingin cepat sampai, atau terprovokasi oleh keadaan, dan ini sangat berbahaya.
Pastikan anda memiliki pandangan yang jelas dan luas saat memasuki suatu kondisi jalan jangan berspekulasi
Atur Penumpang Anda
Jika anda membawa penumpang, beri tahu kepada penumpang agar bisa “sejiwa” dengan anda, tidak banyak bergerak, tidak menurunkan kaki dari foot step walaupun sepeda motor sedang berhenti sejenak di lampu merah atau ditengah kemacetan. Posisikan penumpang anda kearah depan dari as ban belakang, artinya penumpang harus sedekat mungkin dengan pengendara.

(**********) Sampai di tujuan
Periksa kembali kondisi sepeda motor anda catat kejadian dan kondisi rute yang telah dilalui, lakukan persiapan yang sama untuk kembali ke kota asal.

(Sumber)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

6 Mitos Kesehatan

6. MEMAKAI PAKAIAN TEBAL / SELIMUT KETIKA DEMAM

FAKTA :
Pakaian tebal/ selimut akan menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang.

Disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.

5. KALAU DEMAM TIDAK BOLEH MANDI

FAKTA :
Dengan mandi ketika demam dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat.

4. MANDI MALAM HARI MENYEBABKAN REMATIK

FAKTA :
Hal ini tidak benar. Kalau kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memerlukan mandi untuk kebersihan, tidak ada masalah mesdkipun mandi malam hari. Tetapi pada penderita rematik, dianjurkan mandi dengan air hangat.

3. PENDERITA CACAR AIR ATAU CAMPAK TIDAK BOLEH MANDI

FAKTA :
Hal ini malah bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah, disamping menggunakan obat.

2. ANGIN DUDUK HARUS DIKEROK ATAU DIPIJAT

FAKTA :
Apabila menderita angin duduk, jangan dipijat atau dikerok. Kejadian orang yang meninggal ketika dipijat, menunjukkan betapa penangan yang salah dapat berakibat fatal. Hal yang harus dilakukan adalah : Pemberian oksigen dan obat serta tindakan diagnostik khusus. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat akibat sumbatan darah keseluruh tubuh.

1.MASUK ANGIN HARUS DIKEROK

FAKTA :
Kerokan ternyata bukan pertanda anginnya keluar, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada dikulit. Tidak mengherankan, jika beberapa waktu setelah kerokan, gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, tapi karena sudah ada rasa sakit atau pegal otot, maka dengan rangsangan sakit yang baru akan menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit pertama berkurang atau “terlupakan”.

Dipublikasi di Ilmu Pengetahuan | 1 Komentar

8 KESALAHAN Yang Sering Terjadi Dalam Tindakan P3K:

Dalam sebuah literaturnya, Palang Merah Amerika, mengutip pernyataan Christopher P. Holstege, M.D., seorang Assistant Professor of Emergency Medicine di University of Virginia Health Sciences Center dan Director Blue Ridge Poison Center di Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa ada 8 kesalahan yang sering terjadi dalam tindakan P3K, yaitu:

  1. Menoreh bekas luka gigitan hewan berbisa. Padahal menoreh luka bisa memutuskan tendon, urat syaraf dan meningkatkan resiko terkena infeksi. Sebaiknya cukup buat ikatan pada luka dengan disertai bidai atau ranting lalu segera bawa ke rumah sakit.
  2. Mengoles mentega pada luka bakar. Padahal tindakan tersebut dapat menyulitkan tindakan lebih lanjut oleh dokter dan menngkatkan resiko terkena infeksi pada luka bakar. Cukup dinginkan luka dengan air dingin, jaga kebersihan luka, dan menutupnya dengan kain bersih. Jangan memecahkan atau mengorek bagian luka yang melepuh. Luka bakar dengan kondisi melepuh yang parah harus segera dibawa ke rumah sakit.
  3. Menghentikan pendarahan dengan membuat ikatan yang bisa dikencangkan dan dilonggarkan (torniquet) di atas luka yang mengalami pendarahan. Padahal tindakan tersebut bisa menyebabkan rusaknya jaringan di daerah luka dan sekitar luka. Tindakan yang benar untuk menghentikan pendarahan adalah menutup luka langsung dengan kain kasa atau kain yang bersih kemudian dibalut dengan rapi dan cukup kencang. Bawa segera ke Rumah Sakit jika pendarahan tidak berhenti, luka tetap menganga, terinfeksi atau luka disebabkan oleh gigitan hewan berbisa.
  4. Memberikan terapi panas pada kondisi keseleo, otot tegang, atau patah tulang. Padahal tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi bengkak bahkan membuat proses penyembuhan menjadi makin lama. Tindakan yang benar adalah dengan meletakan es pada bagian tubuh yang keseleo, otot tegang, atau patah tulang selama 10 menit dan biarkan tanpa es selama 10 menit dan seterusnya setiap 10 menit. Lakukan hal tersebut selama 1-2 hari.
  5. Memindahkan korban tabrakan di jalan atau dari dalam mobil ke tempat lain. Padahal tindakan tersebut malah berpotensi menebabka luka lebih arah. Pada kasus kecelakaan sepeda motor, membuka helm korban malah berpotensi menyebabkan lumpuh atau bahan kematian. Apabla kondisi mobil / motor yang mengalami kecelakaan tersebut tidak terbakar atau kondisi berbahaya lainnya, biarkan korban berada di tempatnya hingga datangnya tim medis.
  6. Mengucek mata ketika ada benda masuk ke mata. Padaha tindakan tersebut bisa menyebabkan luka pada mata. Tindakan yang benar adalah dengan mencuci mata melalui air steril yang mengalir.
  7. Menggunakan air panas untuk menolong mereka yang sangat kedinginan atau tubuhnya mulai membeku. Bahkan pada kondisi dimana jari jari sudah mulai membeku, terkadang langsung direndam dalam air panas. Padahal tindakan tersebut bisa membahayakan tubuh. Tindakan yang benar adalah cukup dengan mengunakan air yang cukup hangat atau menggunakan uap kering.
  8. Mengosok tubuh dengan alkohol untuk mengurangi demam. Padahal alkohol bisa meresap ke dalam tubuh dan menyebabkan keracunan terutama pada anak anak. Tindakan yang benar adalah gunakan “acetaminophen” atau “ibuprofen” atau segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk demam yang sangat tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT.

Dipublikasi di Ilmu Pengetahuan | Meninggalkan komentar

DONOR DARAH

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS Al Maidah ayat 32)

Darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab darah menjadi ukuran kesehatan. Pada kejadian-kejadian tertentu, seseorang mengalami kekurangan darah. Misalnya, setelah seseorang dioperasi, seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas, seorang penderita DBD ( Demam Berdarah Dengue ) Stadium 3, dan sebagainya. Orang-orang yang mengalami kejadian tersebut akan sangat memerlukan darah. Di saat itulah transfusi darah amat dibutuhkan.

Transfusi darah adalah tindakan medis pemberian darah kepada penderita, yang darahnya telah tersedia dalam kemasan yang memenuhi syarat kesehatan dan telah melalui pemeriksaan-pemeriksaan dan diberikan secara langsung. Islam tidak melarang seorang Muslim atau Muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan, bukan demi komersialisasi. Dalam hal ini, baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukan transfusi darah, misalnya untuk anggota keluarga sendiri, maupun diserahkan kepada Palang Merah atau Bank Darah untuk disimpan sewaktu-waktu untuk menolong orang yang memerlukan. Penerima darah dan donornya tidak disyaratkan harus sama agama/kepercayaan, bangsa / suku bangsanya dan sebagainya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas itu termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan oleh Islam. Sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia, sesuai dengan firman Allah diatas.

 

Berdasarkan pengalaman para donor yang telah menyumbangkan darahnya, telah banyak manfaat yang mereka peroleh setelah menyumbangkan darahnya. Antara lain:

  1. Mengetahui golongan darahnya.
  2. Mengetahui tekanan darah secara berkala (tiga bulan sekali) pada setiap akan menyumbangkan darahnya.
  3. Dapat memperbarui darah di tubuhnya, karena telah menyumbangkan darahnya sebanyak 350 cc. Kemudian memperoleh darah yang baru pada bulan berikutnya
  4. Mengganti sel-sel darah merah yang telah bermetabolisme secara teratur, Sel darah merah dibentuk dalam tubuh oleh hati, ginjal
  5. Sarana amal kemanusiaan bagi yang sakit, kecelakaan, operasi dll(setetes darah merupakan nyawa bagi mereka)
  6. Orang yang aktif donor jarang terkena penyakit ringan maupun berat
  7. Pemeriksaan ringan secara triwulanan meliputi Tensi darah, kebugaran (Hb), gangguan kesehatan (hepatitis, gangguan dalam darah dll)
  8. Mencegah stroke (Pria lebih rentan terkena stroke dibanding wanita karena wanita keluar darah rutin lewat menstruasi kalau pria sarana terbaik lewat donor darah aktif)
  9. Dapat tidur nyenyak
  10. Nafsu makan bertambah.

Maha Benar firman Allah: ” Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri” (QS Al Isra ayat 7).

Marilah kita saling membantu sesama manusia, salah satunya dengan cara menyumbangkan darah kita untuk orang yang membutuhkan (donor darah). Janganlah kita memelihara kebencian, kedengkian, kemurkaan dan permusuhan yang sering menimbulkan pertumpahan darah, sehingga banyak nyawa yang melayang karena kehabisan darah.

Dipublikasi di Ilmu Pengetahuan | Meninggalkan komentar

Yang Pernah Menjabat Ketua PMI dari Tahun 1945 – 2011

KETUA PMI DARI MASA KE MASA


Dipublikasi di Ilmu Pengetahuan | Meninggalkan komentar